Kejahatan di Angkutan Umum
Di Jakarta banyak sekali model transportasi umum ada angkot KWK, mikrolet, Kopaja, transjakarta, taxi, KA, dll. Di Semua sarana transportasi umum itu sangat rawan tindak kejahatan seperti, kecopetan, penodongan, pelecehan seksual, bahkan akhir akhir ini banyak terjadi tindak pemerkosaan di angkot.
Aksi kejahatan pemerkosaan itu banyak mendapat perhatian khalayak masyarakat terutama dari pihak wanita. Mereka jadi ketakutan apabila tindakan tersebut terjadi pada mereka. ini juga menjadi konsern dari Pihak aparat kepolisian karena sudah sangat meresahkan masyarakat.
Kejadian terakhir adalah ketika seorang wanita penjual sayuran yang ingin berangkat kepasar berbelanja seperti yang rutin dilakukannya setiap hari menjadi korban perkosaan di mikrolet M26 jurusan Kamp Melayu- Bekasi. Mendengar ini saya jadi ingat kejadian yang menimpa saya saat menumpang di angkot yang sama.
Malam itu saya menumpang angkot itu di sebuah pertigaan jalan otista kebetulan angkotnya sedang ngetem menunggu penumpang yang ingin ke Bekasi. Setelah beberapa penumpang sudah menempati angkot tersebut akhirnya berangkat. selama perjalanan satu persatu penumpang turun sampai menyisakan saya seorang diri di angkot tersebut. Sesampainya di daerah Pondok kelapa kalimalang saya pun dipindahkan ke angkot yang lain dan sisopir meminta ongkos full sebesar ongkos sampai ke Bekasi dan si sopir tersebut bilang bahwa dia langsung yang akan membayar ke sopir angkot berikutnya sehingga nantinya saya tidak perlu lagi membayar ongkos sesampainya di Bekasi. Tetapi apa dinyana setelah saya membayar ongkos yang diminta dan turun dari angkot sisupir bukannya membayarkan sisa ongkos ke supir angkot berikutnya yang telah berhenti menunggu saya malah dia langsung tancap gas. Saat itu saya sadar kalau saya telah ditipu si sopir angkot tersebut, dan sesampainya di Bekasi yang seharusnya saya tidak perlu lagi membayar ongkos tapi saya kembali membayar ongkos angkot kedua.
Beberapa waktu berlalu kejadian serupa dan diangkot jurusan yang sama kejadian hampir terulang. Karena saya telah berpengalaman mengalami kejadian itu saya sampai harus hampir berkelahi dengan si sopir angkot yang kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama yang pernah saya alami sebelumya. Saya sampai ngotot menunggui sisopir memberikan ongkos nya ke sisopir berikutnya karena saya sudah memberikan ongkos full sampai ke Bekasi.
Kejadian kejadian tersebut harus memberi pelajaran bagi kita semua agar selalu berhati-hati apabila menaiki angkutan umum dijakarta karena tindak kejahatan selalu mengincar dan mencari kesempatan dan pelakunya tidak hanya dari sesama penumpang tapi juga dari awak angkutan umum baik sisopir maupun kernetnya.



yah, cara culas seperti itu kerap terjadi di Jakarta. Mending ganti aja gubernurnya deh #eh
@Indobrad, yoi bro bentar lg diganti koq wakilnya aj dah mundur :p