Rachman ray's Blog

Dilema Hidup

Posted in catatan ringan Rachman ray by rachmanrichman on February 1, 2009

Memang sulit membebaskan diri dari pengaruh lingkungan sekitar yang ada. Seperti yang dialami Alex saat ini, disatu sisi dia ingin tetap dengan lingkungannya sekarang tp disisi lain lingkungan tersebut tidak membuatnya nyaman yang membuat dia ingin sekali cepat  keluar dari sana.

            Lalu apa yang membuatnya tetap berada disana kalau itu tidak membuatnya merasa nyaman? Pertanyaan yang sempat terlontar dari saya karena rasa penasaran tentang situasi yang dialami Alex tersebut. Mungkin sepertinya karena mental  yang dimiliki Alex saat ini yang belum siap untuk memikul tanggung jawab sendiri apabila dia keluar dari lingkungannya saat ini, lingkungan yang telah membentuk dia baik dari sifat dan karakter sedari kecil.

            Kenapa mental dia belum siap? Kembali pertanyaan muncul, padahal dia sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidupnya saat ini mengingat dia telah menginjak usia yang bisa dibilang telah matang. Perjalanan hiduplah yang juga telah mempengaruhi mental dia saat ini. Yang bisa dibilang perjalanan hidup yang sepertinya memang banyak yang tidak membuat dia bisa menikmatinya.

            Tapi apabila dia tetap berada disana itu juga akan dapat membuat dia semakin tidak percaya diri menjalani hidupnya. Lingkungannya semakin mengontrol hidupnya, tidak bisa memilih jalannya sendiri, tidak bisa mengambil keputusan untuk masa depannya sendiri, mereka merasa tahu apa yang membuat Alex bahagia, apa yang terbaik untuk dia. Kasihan sekali Alex…

            Jalan terbaik yang harus dipilih Alex adalah dia harus mengontrol hidupnya sendiri, memilih jalannya sendiri, mengambil  keputusan untuk masadepannya sendiri, dia sendiri yang tahu apa yang membuat dia bahagia, apa yang tebaik untuk dia. Karena ini adalah HIDUPNYA, JALANNYA, KEPUTUSANNYA, MASA DEPANNYA dan KEBAHAGIAANNYA.

Diambang Kematian

Posted in catatan ringan Rachman ray by rachmanrichman on February 1, 2009

Apakah yang ada dalam pikiran orang2 yang berada diambang kematian? Atau setidaknya yang telah didiagnosis mengidap penyakit kanker yang oleh dokternya diperkirakan hidupnya hanya tinggal menghitung bulan, minggu, bahkan beberapa hari saja? Pertanyaan ini timbul tiba-tiba ketika perempuan yang biasa menyetrika pakaian keluarga kami menceritakan tentang kondisi terakhir tetangga yang telah mengidap kanker stadium akhir.

            Dia adalah seorang laki2 yang telah berumur 40 th-an dan telah berkeluarga dengan 2 orang putra, sebut saja laki2 tersebut bernama Bimo. Apa yang ada di pikiran Bimo saat ini megingat kondisinya yang semakin lemah. Apakah dia memikirkan kedua putranya? Masadepan mereka sepeninggal dia? Atau dia sedang berpikir bagaimanakah kehidupan selanjutnya yang akan terjadi padanya? Ataukah bahkan dia sudah tidak mampu lagi untuk berpikir? Masihkah dia berharap untuk bisa sembuh? Tidak ada yang tahu…

            Beberapa orang yang memiliki nasib yang sama dengan Bimo yang masih bisa beraktifitas mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya dengan melakukan hal2 yang bisa memuaskan dan sebelumnya tidak pernah mereka lakukan. Misalnya yang memiliki harta yang lebih akan keliling dunia untuk melihat indahnya dunia sebelum mereka tinggalkan atau yang lebih ekstrim akan melakukan sex spuas-puasnya dengan banyak wanita atau yang tidak ingin menambah dosa dia akan menikah untuk merasakan nikmatnya sex karena masih single.

            Beberapa yang lain tetap menjalani hidupnya sehari-hari dan berusaha bertahan walaupun mereka sendiri tidak tahu sampai kapan mereka bisa bertahan hidup. Dengan berbagai cara misalnya melakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter mereka, untuk mereka yang tidak punya mereka akan mencari pengobatan alternative yang saat ini banyak sekali bermunculan dimana-mana dan anehnya semua tempat pengobatan alternative tersebut selalu dipenuhi oleh antrian panjang yang berharap merasakan kemujaraban dan kemukjijatan yang dapat mereka terima dari para “dokter” alternative tersebut .

            Selain pengobatan alternative terdapat pula sebuah pengobatan tanpa bantuan orang lain atau biasa disebut “pengobatan sendiri”, seperti Reiki ataupun yang lain. Mereka percaya bahwa manusia pada dasarnya memiliki kekuatan untuk bisa menyembuhkan dirinya sendiri. 

Kembali ke Bimo, bagaimana dengan nasib dia selanjutnya? Bagaimana dengan anak2nya? Kita semua tidak akan tahu karena yang terjadi besok adalah sebuah mistery.