Rachman ray's Blog

Kenangan di Rumah Emak

Posted in catatan ringan Rachman ray by rachmanrichman on January 25, 2010

Rumah Emak di Purwakarta

By Rachman ray

“Man besok libur ga?” mamah teriak dari ruang tengah. “ enggak…. Emang kenapa?” saya balik bertanya dari balik kamar. “ Besok mau ke Purwakarta…..perpisahan sebelum rumahnya pindah tangan ke pemilik baru…”, “Ikut ga…..?” tambah mamah. “ Mau sih tapi Rachman khan enggak libur….”

Percakapan singkat itu terjadi pada sabtu malam, ibu saya mengajak untuk ikut ke rumah almarhumah Emak (sebutan untuk nenek oleh cucu-cucunya) di Purwakarta, sebuah kota kabupaten di daerah Jawa Barat. Rumah itu telah laku terjual dan berpindah kepemilikan ketangan orang lain.

Banyak sekali kenangan di rumah yang berkonstruksi tua jaman peninggalan Belanda itu. Almarhum Ungkuh (sebutan kakek oleh cucu-cucunya) yang telah meninggal pada saat saya masih berumur  5 tahunan (kalau tidak salah :)) kebetulan adalah seorang TNI dengan pangkat terakhir Peltu (Pembantu Letnan Satu). Rumah tersebut telah didiami oleh keluarga ibu saya pada saat beliau masih gadis, persisnya dari umur berapa saya kurang tahu.

Saya ingat ketika almarhum Ungkuh meninggal banyak orang-orang berseragam tentara datang ke rumah itu dan saat jenazah akan dikebumikan di taman makam pahlawan beberapa diantara orang berseragam itu berbaris rapih memanjang di gang sempit yang berada didepan rumah dan menembakkan laras panjangnya sebagai tanda penghormatan terakhir. Bangga-nya memiliki kakek yang seorang tentara, sayangnya tidak ada satu orangpun anak maupun cucu-nya yang mengikuti jejaknya mengabdi pada Negara sebagai seorang tentara.

Di rumah yang memiliki 5 buah kamar itu biasanya sering kali terutama pada saat lebaran Idul Fitri dijadikan tempat kumpul anak  cucu Emak dan Ungkuh. Emak dan Ungkuh memiliki 8 orang anak (5 perempuan dan 3 laki-laki), dan kalau semua anak dan cucu nya kumpul dipastikan ramai sekali. Rumah yang memiliki 5 buah kamar dirasakan sempit dan padat saat itu. Karena itu Saya ingat bahkan pernah tidur dibawah ranjang Emak yang tinggi yang pada saat tengah malam pernah terbangun dan saya gelagapan karena tidak bisa melihat apapun (saya pikir saat itu saya jadi buta :)) saking gelapnya dibawah ranjang itu.

Sekarang emak dan Ungkuh sudah tidak ada begitu juga rumah itu pergi membawa banyak kenangan yang terjadi.

Bay de way dikota dimana rumah itu berada adalah juga kota kelahiran saya :). Tepatnya dirumah sakit Bayu Asih.

Bapak dan Ua Iyan serius dg papan caturnya diteras Rmh Emak

Advertisements

15 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. r3ti said, on January 27, 2010 at 23:25

    Nyesel loh a’ ga bs ngeliat n ngrasain di rumah itu utk trakhir klinya.
    Dah ga ada lg t4 kumpul bareng kluarga M.Nur klo lebaran (tp lebaran beberapa taun ini jg dah ga pernah ngumpul lg di rmh itu yah hehhee….)

  2. rachman ray said, on January 27, 2010 at 23:25

    iya nih…. pdhl kmren dipaksain aj ya… klo perlu bolos 🙂

  3. dudie the jack said, on January 27, 2010 at 23:25

    life goes on…..keep smangat om????

  4. Nana Supriatna said, on January 27, 2010 at 23:25

    Beli di kelapa gading aja men, buat kumpul kalo lebaran….

  5. 4ndry said, on January 27, 2010 at 23:25

    Tenang…klo kangen makan di rumah emak, tinggal dateng aja ke awiligar….ada 1/2 lusin piring yang diwariskan ke awiligar…hehehe.
    Sama ‘a…ga sempet ke rumah itu lagi….belum pamitan sama encim dan ci bebei…
    Yang bingung….ga bisa ngerasain malem takbiran di PWK lagi….
    Gmana nasib bubur mang ili? (emang masih ada??) hehehe…
    Basecamp kita jadi dimana nih? di antapani??

  6. novan said, on January 28, 2010 at 23:25

    kenangan masa masa kecil yang ga bakalan pernah lupa…tidur dibawah ranjang….maen bola disamping rumah yang sempit….he..he..ee

  7. rachman ray said, on January 28, 2010 at 23:25

    @Dudie, pastilah om 🙂

  8. rachman ray said, on January 28, 2010 at 23:25

    @Nana, Beliin tapinya ya hehehhhe…..

  9. rachman ray said, on January 28, 2010 at 23:25

    @Andry, yg pastinya di Antapani -lah, 🙂

  10. rachman ray said, on January 28, 2010 at 23:25

    @Novan, Batal puasa bareng hahahhahha……

  11. 4ndry said, on January 29, 2010 at 23:25

    @rachman, antapani tempat nyodoknya ga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Bubur ayam sih ada…tapi didepan rumah ga ada pertokoan yang serame di PWKT…hiks ternyata banyak yang bakal dikangenin…. sebagai cucu, kita ga punya hal bicara apalagi hak angket…hehehe

  12. -willy- said, on February 2, 2010 at 23:25

    tau ga..yg paling diinget tuh dr rumah itu adalah autan ato sofel…hehehehhe
    ga bisa makan karoket bi uju lg dah…huhh..

  13. rachman ray said, on February 2, 2010 at 23:25

    @Willy, hmmm pasti deh yg diinget ga ada yg laen kcuali tentang makanan hehhehe…..

  14. lia said, on February 7, 2010 at 23:25

    hiks..hiks… Pengen nangis klo inget bakalan ga punya tempat singgah lg di pwk… Pa lg smua kenangan masa kecil sampe ada yg dah bs bikin anak kecil..hehe..
    Bener kata andri.. Sayangnya kita sebagai cucu gak punya hak angket utk mempertahankan rmh emak itu..trus skr klo lebaran kita mo pd ngumpul dmana yah…..

  15. rafli said, on June 23, 2015 at 23:25

    Aman tumben inget lagi flashback sama rumah purwakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: